Saturday, December 4, 2010

Jangan Kasar Pada Anak Anda, Atau IQ nya Akan Menurun


Dalam kehidupan sehari-hari, orang tua sebagai manusia kadang lupa mengawal emosi. Berbagai masalah yang dihadapi dan belum lagi tenaga yang habis ketika mengurus rumah tangga seringkali membuat orang tua lupa menjaga diri.

Pukulan ringan atau kekerasan kerap terjadi ketika orang tua emosional. Walau begitu, tidak sedikit orang tua yang langsung merasa menyesal ketika telah melakukannya.

Universiti Tulane, Los Angeles melakukan penelitian terhadap kekerasan anak. Hasilnya, anak berusia tiga tahun yang sering mendapatkan kekerasan fizikal dari orang tua, cenderung bersikap lebih agresif saat berusia lima tahun. Makin kerap kekerasan yang didapatkan, makin agresif pula perilakunya.

Kajian lain yang dilakukan oleh Universiti Duke, North Carolina menyatakan bahawa kanak-kanak yang mengalami kekerasan memiliki 'Intelligence Quotient' atau IQ yang rendah. Kekerasan terhadap bayi saat masih berumur satu tahun, akan membuat anak tersebut mempunyai nilai kognitif yang lebih rendah saat mereka di usia tiga tahun dibandingkan dengan kanak-kanak yang tidak mendapatkan kekerasan dari orang tuanya.

Tapi khilaf memang tidak dapat dihindari. Jika terlanjur melakukan kekerasan, maka orang tua boleh meminta maaf kepada anak.

"Jika pemukulan terjadi secara spontan, orang tua harus menjelaskan secara spesifik dan dengan lembut mengapa mereka melakukan hal tersebut. Mereka juga harus meminta maaf kepada anak mereka kerana telah kehilangan diri," menurut American Academy of Pediatrics, seperti yang dikutip dari sheknows.


Sumber: http://www.voa-islam.com/muslimah/pendidikan/2010/11/20/11927/jangan-kasar-pada-anak-anda-atau-iq-nya-akan-menurun/

0 comments:

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More